Mengenal Ritual Pada Nusa Tenggara Timur

Pada biasanya upacara tradisional di area Nusa Tenggara Timur diselenggarakan berasal dari masa sebelum akan hamil sampai anak tumbuh menjelang dewasa dan dikerjakan secara berurutan. Hampir semua suku di lokasi provinsi ini melaksanakan upacara-upacara tersebut secara turun-temurun. Pada intinya, tahapan-tahapan di dalam tiap upacara berasal dari tiap-tiap suku sama, cuma nama atau istilahnya yang berbeda.

Budaya selamanya menjadi ciri khas penduduk Indonesia. Setiap area punya ritual rutinitas yang tetap dipertahankan, dijaga kelestariannya. Meskipun zaman makin lama maju dan teknologi berkembang pesat, perjudian seperti sbobet login ada saat ini ini bukan artinya Anda meniadakan warisan budaya nenek moyang.

Beberapa Acara Adat Nusa Tenggara Timur

Hal inilah yang dipegang teguh oleh penduduk Kupang. Berbeda dengan suku Mamasa, Kupang yang dikenal lantaran keindahan alamnya tetap memegang teguh dan melestarikan ritual rutinitas sampai kini. Tak heran terkecuali banyak wisatawan asing yang tertarik untuk memandang dan mempelajari rutinitas dan budaya Kupang. Lantas, apa saja ritual rutinitas di Kupang yang tetap terjaga kelestariannya? Berikut uraiannya:

Upacara Adat Weleng Wulang

Upacara rutinitas Weleng Wulang merupakan upacara yang dikerjakan untuk menyongsong datangnya gerhana bulan. Masyarakat Kupang akan menyongsong momen ini bersama bahagia cita. Sebagai lambang kebahagiaan, warga akan membunyikan gendang dan gong di rumah rutinitas setempat secara bersamaan.

Sewaktu gedang dan gong dibunyikan, warga akan berkumpul untuk ikuti jalannya ritual adat. Menurut kepercayaan warga setempat, gerhana bulan tidak akan mendatangkan bahaya. Justru mempunyai rezeki dan berkah untuk masyarakat. Oleh gara-gara itu, kedatangan gerhana bulan disambut bersama tarian, musik, dan nyanyian sebagai bentuk rasa syukur.

Ritual Hel Keta

Hel Keta merupakan ritual rutinitas tertentu untuk pasangan yang hendak menikah. Ritual ini dikerjakan pada malam menjelang pernikahan atau sebelum akan terjadi pemberkatan. Dalam ritual ini, ke-2 mempelai perlu mengenakan baju rutinitas khas Nusa Tenggara Timur. Pelaksanaan ritual rutinitas Hel Keta ini biasanya dikerjakan di pertengahan jalan pada rumah mempelai wanita dan mempelai pria.

Hal ini merupakan lambang bahwa ke-2 calon pengantin siap mengarungi bahtera rumah tangga. Biasanya, kala riual rutinitas terjadi akan diselenggarakan penyembelihan ayam atau babi yang dibawa oleh calon mempelai pria. Uniknya, upacara Hel Keta cuma berlaku apabila pernikahan terjadi pada dua suku atau marga yang berbeda. Jika berasal berasal dari suku, marga, atau satu kampung yang sama, maka ritual Hel Keta tidak perlu diadakan.

Upacara Ritual Reba

Ritual Reba merupakan upacara rutinitas yang digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kesejahteraan yang diperoleh berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Ritual rutinitas ini dikerjakan oleh Suku Ngada yang mendiami lokasi Kupang. Dalam ritual ini, warga akan gunakan uwi atau ubi sebagai lambang jiwa berasal dari semua urutan kegiatan.

Konon, uwi merupakan bentuk jelmaan Dewa Langit yang turun ke bumi dan menjelma sebagai bentuk makanan yang mampu dikonsumsi oleh penduduk Ngada. Dalam sistem upacara rutinitas ini, tata cara yang digunakan hampir menyerupai misa agama Kristen lantaran diisi oleh pemuka agama Kristiani dan petinggi area setempat. Dalam pelaksanaannya, setidaknya terdapat lima puluh warga Suku Ngada yang hadir untuk ikuti upacara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *