Ambon Maluku Tengah Punya Pantai Yang Jadi Ladang Emas Loh!

Penemuan pasir yang mempunyai kandungan emas di pesisir pantai Ambon, menggegerkan warga Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Jika kemarin kita mengenal tarian maengket dari Minahasa, kali ini ada berita mengejutkan dari pantai ambon tersebut. Warga lebih kurang pun beramai-ramai berburu emas di lokasi. Pendulangan emas oleh warga secara beramai-ramai berlangsung di pesisir Pantai Pohon Batu, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah. Perburuan emas yang menjadi viral ini berawal berasal dari temuan emas secara tidak sengaja oleh seorang warga setempat.

Warga tersebut iseng menyaring pasir berkilau di wilayah yang ternyata mempunyai kandungan emas. Temuan pasir yang mempunyai kandungan mineral emas ini pun membuat warga lain untuk berbondong-bondong berkunjung dan mendulang pasir di Pantai Pohon Batu. Mereka mendulang pasir dengan peralatan seadanya dengan harapan menemukan emas yang seperti kita ketahui merupakan alat jual beli barang yang harganya lebih mahal. Sekelompok pendulang mengaku sanggup menemukan sejumlah gram emas didalam sehari.

Aktivitas jual membeli emas di Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi menggeliat setelah ditemukannya butiran emas di pesisir pantai desa tersebut. Salah satu penjaja emas Erifin mengatakan, tiap tiap hari ia sanggup membeli emas berasal dari masyarakat Desa Tamilow sampai 50 gram untuk bermain di link sbobet. “Kalau kebanyakan sehari itu warga yang jual (emas) ke aku itu 40-50 gram,” kata Erfin saat di konfirmasi dari Ambon, Senin (29/3/2021).

Pantai Pohon Batu Di Maluku Tengah Jadi Ladang Emas

Eefin mengatakan tiap tiap hari lebih berasal dari 10 warga berkunjung menjual emas hasil mendulang di Pantai Pohon Batu tersebut. “Ada yang jual 2 gram tersedia yang 3 gram, tersedia termasuk 5 gram bergantung kebutuhan mereka. Jadi kecuali kebanyakan sanggup sampai 50 gram sehari,” ungkapnya. Saat ini tersedia enam penjaja emas di Desa Tamilow yang tiap tiap hari membeli emas para pendulang.

Emas yang dihimpun berasal dari para pendulang itu dibeli dengan harga Rp 600.000 per gram. Salah satu penjaja lainnya yang enggan namanya dipublikasi mengaku tiap tiap hari tersedia saja warga yang menjual emas kepadanya. “Setiap hari pasti ada. Iya, kecuali kebanyakan sanggup 50 gram kami sanggup (penada) yang lain termasuk begitu. Jadi bisalah 300 gram tiap tiap hari yang dijual,” ujarnya.

Siti, keliru seorang warga Desa Tamilow mengaku udah menjual enam gram emas berasal dari hasil mendulang sejak butiran emas di tepi pantai ditemukan. Hasilnya dia mengfungsikan untuk membeli kebutuhan pokok kegunaan menghidupi keluarga. “Saya jual untuk membeli beras, perabot dapur, dan untuk biaya sehari-hari,” ujarnya saat di konfirmasi berasal dari Ambon.

Penemuan emas di pantai tersebut pun segera menggegerkan warga desa tersebut. Hingga kini warga desa berbondong-bondong mendulang emas dengan peralatan seadanya. Warga desa udah setuju untuk tidakm mengizinkan orang luar masuk ke desanya untuk melacak emas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *